.

Jumat, 11 Maret 2011

Tingkah Laku Aneh Para Presiden Indonesia

;

HabibiePresiden Pintar yang Tidak Pernah Mau Kalah
Meski sekian lama menjadi bagian dari masa pemerintahan Soeharto dan menganggap Soeharto adalah guru sekaligus bapaknya, namun gaya kepemimpinan Habibie jauh bertolak belakang dengan orang yang dihormatinya itu. Muladi, mantan Menteri Kehakiman di era Orde Baru menuturkan, sidang kabinet yang dipimpin Soeharto selalu berlangsung dalam suasana mencekam.-Tingkah Laku Aneh Para Presiden Indonesia
 
Para menteri takut angkat tangan mengajukan diri untuk bicara. Sementara di zaman Habibie, para menteri justru berebut mengacungkan jari. Muladi menggambarkan, susana sidang kabinet seperti sebuah seminar: riuh, panas, kadang gebrak-gebrak meja seperti mau kelahi.
Habibie sendiri yang merangsang suasana seperti itu karena dia memang senang berdebat. Semakin didebat ia semakin bersemangat. Karena semua menteri boleh bicara dan perdebatan dibuka seluas-luasnya sebelum diambil keputusan, sidang kabinet bisa berlangsung sampai larut malam.
Habibie, menurut adalah seorang extrovert. Gaya komunikasinya penuh spontanitas, meletup-letup, cepat bereaksi, tanpa mau memikirkan risikonya. Tatkala Habibie dalam situasi penuh emosional, ia cenderung bertindak atau mengambil keputusan secara cepat. Seolah ia kehilangan kesabaran untuk menurunkan amarahnya. Bertindak cepat, rupanya, salah satu solusi untuk menurunkan tensinya.
Karakteristik ini diilustrasikan dengan kisah lepasnya Timor Timur dari Indonesia.
Semua orang terkejut, terutama Almarhum Ali Alatas yang kala itu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, ketika Habibie tiba-tiba mengumumkan kepada dunia internasional tentang pemberian opsi kepada rakyat Timor Timur : tetap bergabung dengan Indonesia atau melepaskan diri sebagai negara merdeka.
Biang keladi dari keputusan besar ini adalah sepucuk surat Perdana Menteri Astralia kala itu, John Howard, yang ditujukan pada Habibie pada Desember 1998. Menurut penuturan Juwono Soedarsono, Habibie marah membaca isi surat Howard yang meminta Indonesia mempertimbangkan hak politik rakyat Timor Timur untuk menyatakan penentuan nasib sendiri.
Habibie merasa surat itu seperti tantangan sekaligus kritik terhadap pemerintah Indonesia. Karena Habibie mempunyai tabiat tidak mau kalah dengan siapapun maka tantangan itupun secara spontan dijawab.
Dalam sidang kabinet 27 Januari 1999 kebijakan pemberian opsi ini dipertanyakan oleh Hendropriyono yang kala itu menjabat sebagai Menteri Transmigrasi. “Kalau plebisit kalah, bagaimana? Siapa bertanggung jawab? Ini kan nanti akan terjadi eksodus, eksodus dari para transmigran yang sudah 25 tahun di sana. Siapa yang bertanggung jawab?” cecar Hendro seperti ditulis dalam buku itu.
Habibie dengan sigap menjawab,”Saya bertanggung jawab.”
Fahmi Idris, Menteri Tenaga kerja, segera menimpali,”Tanggung jawab apa, Presiden?” Wajah Habibie tampak merah. Seorang menteri dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) lantas menengahi situasi panas ini.

Gus Dur
Tidur Saat Pertemuan dengan PM Korea

Suatu ketika, pada era pemerintahan Gus Dur, Laksamana Sukardi (Menteri Negera Badan Urusan Negara) ikut serta dalam kunjungan kenegaraan ke Eropa dan Asia. Jadwal Presiden sangat ketat sehingga membuatnya teler. Para anggota rombongan pun kelelahan luar biasa.
Di Seoul, Gus Dur menerima kunjungan kehormatan Perdana Menteri Korea. Kedua pemimpin negara duduk berdampingan. Perdana Menteri Korea berbicara kalimat demi kalimat yang diterjemahkan oleh seorang penerjemah. Rupanya, karena sangat lelah dan tidak menarik mendengarkan terjemahan, Gus Dur tertidur.
Pada salah satu bagian, PM Korea berujar, ”Mr President, we have an excelent nuclear technology for power plant. If you are interested, we would be happy to have it for you.
(Tuan Presiden, kami memiliki teknologi nuklir yang canggih untuk pembangkit tenaga. Kalau Anda berminat, kami bisa mengusahakannya untuk Anda),”
Pemerintah Korea menawarkan bantuan teknologi nuklir untuk pembangkit listrik Indonesia.
Saat itu, Gus Dur tidur pulas sekali. Selesai pernyataan itu diterjemahkan dalam bahasa Inggris, PM Korea menoleh ke arah Gus Dur menunggu jawaban. Namun, tidak ada jawaban. Laksamana cepat-cepat membangunkan Gus Dur. “Gus… Gus… bangun! Gus… dia tanya apakah kita interested dengan power plant technology yang dia punya.”
Gus Dur karena baru terbangun dari tidurnya dan belum berkonsentrasi langsung nyeplos, “My Minister ask about your nuclear technology…! (Menteri saya bertanya tentang teknologi nuklir yang Anda miliki),”
Laksamana geli bercampur malu. Anggota rombongan pun tersipu-sipu, tidak berani melihat wajah PM Korea. “Kita semua malu. Merah muka kita di hadapan Perdana Menteri Korea,” tutur Laksamana.
Menggebrak Meja
Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah presiden Indonesia ke-4. Masa kepemimpinannya tidak lama, hanya 21 bulan (20 Oktober 1999 – 23 Juli 2001). Ia dilengserkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat yang dipimpin Amies Rais dan digantikan Megawati Soekarnoputri.
Meski rentang kepemimpinannya paling singkat dalam sejarah Indonesia, namun sepak terjangnya banyak menuai kontroversi.
Manuver-manuvernya sulit dipahami. Gayanya yang ceplas-ceplos menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Gus Dur tidak bisa memisahkan statusnya sebagai kiai dan Presiden Republik Indonesia. Statusnya sebagai kiai bahkan kerap lebih menonjol daripada sebagai Kepala Negara.
Akibatnya, komunikasi politik Gus Dur kacau. Sebagai kiai Gus Dur adalah sosok yang terbuka terhadap siapa saja, termasuk terbuka terhadap segala informasi yang dibisikan kepadanya. Cilakanya, Gus Dur sering percaya begitu saja pada bisik-bisik orang tanpa pernah lagi mengeceknya. Gara-gara bisik-bisik ini pula ada orang kehilangan kesempatan emasnya berkarir di luar negeri.
Laksamana Sukardi, kala itu Menteri Negara Badan Urusan Milik Negara, menuturkan dalam buku tersebut, suatu kali dipanggil Gus Dur ke istana. Gus Dur menyampaikan, ada orang Indonesia yang bekerja di luar negeri dengan reputasi sangat baik. Ia masih muda dan pintar. Gus Dur ingin Laksamana mencarikan posisi untuk orang itu.
“Dia pintar sekali. Lalu dia mau ditarik ke New York. Kan, sayang kalau ada anak muda yang pintar, masak kerja di luar negeri. Tolong, deh,” ucap Gus Dur seperti ditirukan Laksamana.
Tak lama setelah hari itu, Laksamana kembali menghadap Gus Dur. Ada posisi lowong sebagai direksi Indosat. “Gus, ingat enggak ini orang, anak muda yang tempo hari Gus titipkan ke saya? Dia lebih cocok di Indosat, Gus,” kata Laksamana.
Gus Dur rupanya sudah lupa. Setelah berpikir agak lama, tiba-tiba ia menjawab lantang,”Enggak bisa itu orang!” “Lho, kenapa, Gus?!” Laksamana terperanjat. ”Dia bawa lari isteri orang.” Laksamana kaget setengah mati. Pasalnya, ia sudah menyuruh orang itu keluar dari perusahaan tempatnya bekerja, bahkan diminta secepatnya keluar karena ada perintah Presiden. Orang itupun sudah ada di Indonesia. Laksamana kemudian meminta orang itu menghadap ke kantornya.
”Mas, kok Gus Dur bilang kamu bawa lari isteri orang?” tanya Laksamana. ”Demi Allah, Pak! Saya masih dengan isteri saya yang sekarang,” jawab orang itu.
Usut punya usut, ternyata Gus Dur mendapat bisikan dari orang tertentu tentang anak muda ini. Dan, faktanya bisikan itu tidak benar. Anak muda bergelar PhD ini akhirnya bekerja di sebuah bank swasta. Laksamana merasa kasihan. Bagaimana tidak! Karirnya di perusahaan luar negeri itu sudah bagus, tapi garagara seorang pembisik nasibnya jadi kacau balau.
Menangis Meraung-Raung
Gus Dur juga dikenal sebagai sosok yang emosional. Bila marah, ia bisa menggebrak meja dan kata-kata keras meluncur dari mulutnya. Salah seorang mantan menteri yang tidak bersedia disebutkan namanya menuturkan, ia pernah dimarahi habis-habisan.
Ceritanya begini:
Ada seorang kerabat Gus Dur duduk dalam pemerintahan. Sebut saja namanya XZ. Gus Dur sebenarnya tidak pernah mengangkat XZ. Namun, seorang pimpinan salah satu instansi pemerintah mengangkat XZ sebagai pejabat eselon 1. Mungkin, orang itu berpikir dengan mengangkat kerabat Gus Dur karirnya akan jadi lebih baik mengingat kedekatan XZ dengan Gus Dur.
Namun, sebagai pejabat eselon 1, XZ diketahui kerap “memeras” sejumlah konglomerat keturunan Tionghoa. Para pengusaha ini mendapat semacam “bantuan” tapi dengan imbalan yang sangat besar. Sang menteri tersebut, sebut saja AB, melaporkan perilaku XZ kepada Gus Dur. Gus Dur marah.
AB dicaci maki Gus Dur karena Gus Dur tidak memercayai laporan AB. Beberapa hari kemudian, AB dipanggil Gus Dur ke istana. Pertemuan empat mata. Begitu masuk ke ruang kerja Gus Dur, AB melihat Gus Dur menangis meraung-raung. Ia tampak dilanda kesedihan luar biasa. Lama Gus Dur tidak bisa bicara, hanya menangis dan menangis.
AB bingung, tidak tahu apa yang sedang dialami Gus Dur. Ia berusaha menenangkan Gus Dur. “Gus, tenang, Gus. Tenang, Gus! Ada masalah apa?” ucapnya sambil mengusapi dan memijat-mijat tangan Gus Dur. Sesaat kemudian, Gus Dur berusaha menguasai dirinya, sebelum akhirnya membuka suara.
Intinya, ia mengakui kebenaran informasi tentang perilaku XZ yang pernah disampaikan AB. “Saya malu! Sangat malu! Ternyata, apa yang kamu laporkan kepada saya memang benar semua! Kurang ajar dia!” ujar Gus Dur. Sejak saat itu, dan selama setahun lebih, Gus Dur tidak pernah menyapa XZ.
Megawati
Lebih Antusias Bicara Soal “Shopping”
Megawati Soekarnoputri adalah Presiden Indonesia kelima. Bisa disebut ia adalah Presiden Indonesia paling pendiam. Putri Bung Karno ini sepertinya seorang pengikut fanatik pepatah kuno “Silence is Gold”. Tapi, diamnya Megawati seringkali kelewatan. Ia tetap tak bersuara bahkan ketika negeri ini membutuhkan kejelasan sikapnya.
Sampai-sampai (Alm) Roeslan Abdulgani, tokoh pejuang 45, berseru, “Megawati bicaralah sebagai Presiden!”
Alkisah pada suatu hari, saat masih menjabat sebagai Presiden, Megawati Soekarnoputri tampak tengah berbincang lama sekali dengan seorang menterinya di kediaman resminya, di Jl Teuku Umar, Jakarta. Sementara perbincangan berlangsung, seorang pembantu dekatnya yang lain menunggu dengan gelisah.
Pasalnya, ia sudah menunggu lama lewat dari waktu yang dijanjikan untuk bertemu. Usai pembicaraan Megawati dengan menterinya, pembantu ini bertanya kepada si Menteri. “Lama amat sih kamu ngobrolnya. Apa saja sih yang dibahas?”
”Enggak ada, Mas. Kita ngobrol hal-hal lain yang enggak ada kaitannya dengan negara!” jawab Sang Menteri sambil tertawa lebar.
Itulah Megawati. Berdasarkan penuturan Laksamana Sukardi, mantan menteri negara Badan Usaha Milik Negara, jika berdiskusi dengan pembantunya, lebih sering soal-soal ringan seperti masakan, tanaman, dan shopping. Pembicaraan dengan topik itu bisa membuat diskusi dengan Megawati berlangsung lama.
Tapi, jika sudah menyentuh soal pekerjaan atau negara, daya fokusnya sangat terbatas. Konsentrasinya kurang cukup untuk terus menerus fokus ke permasalahan. Hal ini menimbulkan kesan Megawati orang yang tidak mau repot dalam mengurus negara.
Mantan pentiggi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang kini hengkang dan mendirikan Partai Demokrasi Pembaruan, Roy BB Janis, dalam sidang kabinet Megawati biasanya lebih banyak diam. Kalaupun angkat suara fungsinya hanya sebagai pengatur lalu lintas. Kalau ada dua menteri saling berdebat di sidang kabinet, Megawati hanya menonton, jarang memberikan pendapatnya sendiri atau menengahi keduanya, meski perdebatan sudah berada pada tingkat ‘panas’.
Ada cukilan kisah menarik tentang diamnya Megawati. Menjelang tutup tahun 2002 aksi-aksi unjuk rasa anti pemerintah, terutama dilancarkan mahasiswa, menunjukkan eskalasi yang tinggi. Aksi ini menyusul kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM dan tarif dasar listrik. Di tengah ingar bingar unjuk rasa itu, beredarlah rumor yang menyebutkan ada pihak-pihak tertentu yang sengaja mengompori rangkaian unjuk rasa itu.
Sebagai orang yang ikut bertanggung jawab atas stabilitas pemerintah, Hendropriyono (Kepala Badan Intelijen Negara), Susilo Bambang Yudhoyono (Menteri Koordinator Politik dan Kemanan), dan Da’i Bachtiar (Kapolri), rupanya terus memeras otak untuk mencari tahu siapa dalang aksi-aksi ini.
Lantas, dalam rapat kabinet tanggal 20 Januari 2003, muncul empat nama yang disebut-sebut sebagai pihak yang berada di belakang aksi unjuk rasa. Mereka adalah Jenderal Wiranto, Fuad Bawazier, Adi Sasono, dan Eros Djarot. Tentang Fuad Bawazier, memang diketahui lama adalah mitra bisnis Rini Suwandi yang kala itu menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan dalam kabinet Megawati.
Kemitraan mereka terjadi jauh sebelum Rini menjadi menteri. Suatu hari bertemulah Hendropriyono dan Rini Suwandi di kediaman Megawati di Jl Teuku Umar. Hendro menegur keras Rini soal sepak terjang Fuad. Katakata Hendro meluncur tanpa tedeng aling-aling. Teguran itu begitu menyakitkan Rini hingga ia menangis sambil memeluk Megawati.
Apa reaksi Presiden? Megawati hanya tersenyum menyaksikan adegan perang mulut antara dua pembantu dekatnya.
Pendendam
Semua orang mafhum, hingga detik ini Megawati emoh bertemu dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden berkuasa yang notabene adalah mantan pembantunya di kabinet. Dalam upacara kenegaraan memperingati ulang tahun kemerdekaan Indonesia ke-63, 17 Agustus, tahun ini, Megawati tidak hadir.
Ketidakhadirannya diyakini karena faktor Yudhoyono sebagai Presiden.
Di mata Megawati, Susilo Bambang Yuhoyono (SBY) tidak lebih seorang pengkhianat, bahkan seorang Brutus yang sadis. Ini semua karena sikap “diam-diam” SBY yang mencalonkan diri sebagai Presiden pada Pemilu 2004.
SBY dinilai tidak jantan. Beberapa kali Megawati bertanya kepada SBY apakah akan maju dalam Pemilu 2004. Dengan diplomatis SBY menjawab, “Belum memikirkan soal itu, Bu. Saya masih konsentrasi dengan tugas selaku Menteri Koordinator Politik dan Keamanan.”
Namun, Megawati dan kubunya menaruh kecurigaan besar terhadap SBY dan timnya. Perseteruan di balik selimut pun terjadi.
Terungkap ke publik bahwa Megawati mengucilkan SBY dari sidang-sidang kabinet. Sikap Megawati ini menguntungkan SBY karena dengan itu SBY tampil di media sebagai korban kezaliman Megawati.
12 Maret 2004 SBY mengirimkan surat pengunduran diri dari kabinet. Dua hari kemudian ia terbang ke Banyuwangi, berkampanye untuk Partai Demokrat. Pada putaran kedua pemilu 2004 SBY menang gemilang dalam pemungutan suara. Megawati sedih dan menangis. Semua orang tahu, saat pelantikan SBY di Gedung MPR pada 20 Oktober 2004 Megawati tidak hadir, padahal banyak orang dekat membujuknya datang.
Semua orang juga tahu, pagi itu Megawati bahkan tidak duduk di depan pesawat televisinya, tapi sibuk berkebun.
Menurut penuturan Roy BB Janis, kegusaran dan kebencian Megawati diartikulasikan dalam rapat DPP PDIP. “Kalau orang lain, Amien Rais Presiden, Wiranto Presiden, siapalah, saya datang. Tapi, kalau ini (SBY) saya enggak bisa, karena dia menikam saya dari belakang,” begitu kata Megawati seperti ditirukan Roy
SBY
Selanjutnya, bagaimana dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)? SBY adalah sosok yang perfeksionis. Ia selalu tampil rapi dengan tutur kata yang tertata. SBY pasti sadar bahwa ia seorang pria yang dikaruniai Tuhan dengan wajah cukup ganteng. Dan, ia betul-betul memanfaatkan ketampanannya setiap kali tampil di depan pers. Seolah kegantengannya dan penampilannya yang dandy merupakan daya tarik tersendiri yang harus selalu ‘dijual’ kepada publik setiap kali ia tampil.
”Pakaian yang dikenakan –apakah berupa setelan jas atau batik- selalu berkualitas No. 1 dengan warna, motif, dan ukuran mantap, mencerminkan seleranya berbusana yang tinggi. Ketika itu ia mungkin lebih pas diberikan predikat sebagai ‘foto model’ atau ‘aktor’ daripada seorang ‘kepala “.
Sebagai seorang perfeksionis, SBY selalu berusaha berkomunikasi dengan bahasa tubuh dan verbal yang sempurna. Namun, gaya bahasanya seringkali high-context, cenderung berputar-putar, terutama ketika ia belum siap dengan keputusannya.
Sayang, tidak banyak hal tersembunyi yang terungkap dalam analisis terhadap gaya komunikasi politik SBY. Mungkin para pembantunya belum ada yang berani bicara terbuka karena Bapak Presiden masih berkuasa.
(Selesai)
Dari buku “Dari Soekarno Sampai SBY:
Intrik dan Lobi Politik Para Penguasa” karya Prof. Dr. Tjipta Lesmana, MA.

Cerita Lucu Nama Anak
Cerita Lucu Kisah Romi dan Juli Waktu Berduaan
Cerita Lucu Keriting Rambut Murah
Cerita Lucu Orang Medan Kehausan di Malioboro
Cerita Lucu Beda Katok Dengan Kotak
Cerita Lucu Solo Geser
Cerita Lucu Wong Solo di Surabaya
Cerita Lucu Beda Orang Jawa dengan Bule
Cerita Lucu Pesan dari bapak
Cerita Lucu Beda Bahasa Pra Sejarah
Cerita Lucu Belum Siap
Cerita Lucu Penggemar Berat Golf
Cerita Lucu Keadilan Sang Pencipta
Cerita Lucu Tukang Pinjam Barang
Cerita Lucu Sembuh Selamanya
Cerita Lucu Anak yang Pelupa Berat
Cerita Lucu Syair Cinta
Retail Stores
Cerita Lucu Dua Orang yang Mati
Cerita Lucu Dikira Pekerja yang Malas
Cerita Lucu Tafsir Mimpi
Cerita Lucu Kiat Menggaet Cewek
Cerita Lucu Tulisan Pada Kapal
Cerita Lucu Cari Tusuk Gigi di Restoran
Cerita Lucu Yang Masih Perawan
Cerita Lucu Digantung Supaya Cepat Kering
Cerita Lucu Disuruh Mengarang Tentang Keluarga Miskin
Cerita Lucu Prajurit, Komandan, Nenek, dan Gadis di Kereta Api
Cerita Lucu Dimarahi Karena Menerima Telepon
Cerita Lucu Obat Batuk Manjur
Cerita Lucu Salah Naik Bis
Cerita Lucu Pengalaman Jadi Sopir
Cerita Lucu Pengaruh TV dan Tindak Kekerasan
Cerita Lucu Takut Digampar
Cerita Lucu Wan Abud Naik Taksi
Cerita Lucu Masalah Pendengaran
Cerita Lucu Tanah Rot atau Tanah Lot
cerita Lucu Lomba Balap Kuda Memperebutkan Tahta
Cerita Lucu Melihat Anak Pak Kyai Main judi
Cerita Lucu Poltak Kecopetan
Cerita Lucu Tak Mau Masuk Surga
Cerita Lucu Membakar Pabrik Rokok
Cerita Lucu Beda Tarif
Cerita Lucu Hanya Untuk Wanita
Cerita Lucu Beda Mahasiswa dan Sopir Bis
Cerita Lucu Baru Kenal Udah Bilang Cinta
Cerita Lucu Tutup Botol 'Winyak Wangi Tumpah'
Cerita Lucu Upil Segedhe Duku
Cerita Lucu Ehm Dijawab
Cerita Lucu Permintaan Romeo dan Juliet
Cerita Lucu Para Wanita Berhati-hatilah
Cerita Lucu Tidak Memakai Windows
Cerita Lucu Nggak Bisa Lebih Dari 10
Cerita Lucu Rumah saya goblok...!!
Cerita Lucu Masuk Lift Hotel
Cerita Lucu Mata Berkunang-Kunang
Cerita Lucu Tawaran Mengangkut sapi yang Menggiurkan
Cerita Lucu Kipas Geleng
Cerita Lucu Nilai Bagus
Cerita Lucu Salah kirim kado buat atasan
Cerita Lucu Manajer Yang Sigap
Cerita Lucu Ceramah 3 Minggu
Cerita Lucu Bangsa Tahu
Cerita Lucu Pertama Kali Naik Pesawat
Cerita Lucu Menebak Mata Asli Bankir
Cerita Lucu Pembantu baru yang cantik
Cerita Lucu Reuni Geografi
Cerita Lucu Sapi dan Sepeda
Cerita Lucu Wanita Pencari Jodoh
Cerita Lucu Anak Ajaib
Cerita Lucu Lebih canggih dari katu debit ATM
Cerita Lucu Mengatasi Masalah dengan Polantas
Cerita Lucu Radio Jogjakarta
Cerita Lucu Tak sengaja menyenggol di hotel

Cerita Lucu Kekuatan Mistis Pohon Durian Tua
Cerita Lucu Pemberani yang Menceburkan Diri ke Laut
Cerita Lucu Laki-laki Chinesse
Cerita Lucu Pameran di gerbong Kereta Api
Cerita Lucu Sepeda Motor Baru Hasil Menang Togel
Cerita Lucu Botak Depan Belakang
Cerita Lucu Cara Aman Tangkal Flu Burung
Cerita Lucu Monyet Makan Pisang
Cerita Lucu Orang Kaya Tapi Miskin
Cerita Lucu Obat Jerawat Wanita Lajang
Cerita Lucu Selesai Nggak Selesai Dikumpulkan
Cerita Lucu Bedanya Tan dan Tg
Cerita Lucu Lubang Milik Seorang Janda
Cerita Lucu Tiket Pesawat Surabaya - Bandung
Cerita Lucu Haji Yang Kelewat Pelit
Cerita Lucu Tugas Abunawas untuk mebuat cerita berawalan 'J'
Cerita Lucu Nasehat memilih calon istri
Cerita Lucu Beberapa Bank Yang Akan Ditutup Akhir April 2004
Cerita Lucu Tulisan di Tiang Rumah Sakit Jiwa
Cerita Lucu Cinta Ditolak Dukun Bertindak
Cerita Lucu Pasukan Berani Mati
Cerita Lucu Ketemu Bagian Marketingnya Neraka
Cerita Lucu Pekerjaan Jadi Kelinci di Kebun Binatang
Cerita Lucu Dialog Asal Dialog
Cerita Lucu Manusia dan Ayam yang Merasa Pandai
Cerita Lucu Tiga Anak Ayahnya Dipanggil
Cerita Lucu Argometer Taksi Buat Orang Gendut
Cerita Lucu Disuruh Mengubah Majalah Dinding
Cerita Lucu Macam-macam Obat Tradisional Berkhasiat dari Cina
Cerita Lucu Turis Korea dengan Petugas Imigrasi
Cerita Lucu Pace Beli Paku Dibungkus
Cerita Lucu Becak Kecepatan Super
Cerita Lucu Transaksi Telur dan Mangga di pasar
Cerita Lucu Penelitian Bahwa Wanita Suka Pria Wibawa
Cerita Lucu Doa Seorang Kakek di Bis
Cerita Lucu Penyakit Kurang Minum
Cerita Lucu Tidak Mau Tidur Sama Nenek
Cerita Lucu Hal Terbesar 
Cerita Lucu Anak Saya Menelan Bolpen
Cerita Lucu Maling Perempuan dan Orang Arab
Cerita Lucu Mancing di Baskom
Cerita Lucu Sumanto Diadili
Cerita Lucu Ingat Anak
Cerita Lucu Ganti Alamat Bank
Cerita Lucu Asli Pincang Dari Sononya
Cerita Lucu Suami Istri Nggak Nyombong
Cerita Lucu Polisi dan Pengendara Motor
Cerita Lucu Gara-Gara orangtua sering berbohong kepada anak
Cerita Lucu Keajaiban Doa
Cerita Lucu Mengetahui Uang Palsu
Cerita Lucu Cara Memasak Kulit Pisang
Cerita Lucu Mengapa Laki-Laki Suka Berbohong
Cerita Lucu Kena Pasal 5 Ayat 4
Cerita Lucu Pesan nenek di Rumah Sakit
Belajar Hitungan Lebih Dari 10
Diolesi Dengan Ludah
Cerita Lucu Seruling Sakti
Cerita Lucu Misteri dibalik kematian presiden Lincoln dan Kennedy
Cerita Lucu American and Indonesian
Cerita Lucu Baby Sister Baru
Bali Wedding Photography
Cerita Lucu Akan Menikah dan Memberikan Ibu
Cerita Lucu Bicara Dengan Wanita Cantik
Cerita Lucu Biaya Untuk Pernikahan
Bali Photography
Cerita Lucu Telepon Ini Bukan Untukmu
Cerita Lucu Toko Buka 24 Jam
Cerita Lucu Ajal Yang Tertunda
Cerita Lucu Air India
Cerita Lucu Memecat Istri Sendiri
Cerita Lucu Tidak Suka Kucing
Cerita Lucu Berfikir Dengan Otak Cerita Lucu Kamu Tahu Apa Tidak  
Cerita Lucu Masih Ingat Malam Pertama
Cerita Lucu Nama-Nama Orang Jawa  
Cerita Lucu Kenapa VOC Berdiri  
Cerita Lucu Buta Bisu dan Tuli yang Cerdik  
Cerita Lucu Buta Bisu dan Tuli yang Cerdik  
Cerita Lucu Cicak Dikirain Heran  
Cerita Lucu Anak-Anak Main Teka-Teki  
Cerita Lucu Salah Memilih Permintaan 
Cerita Lucu Trou Faux, Trou Faux  
Cerita Lucu Petir Kagak Kena  
Cerita Lucu Membuang Tiga Orang Dari Pesawat  
Cerita Lucu Kepeleset Airnya Sendiri  
Cerita Lucu Berlari Bersama Prajurit Bryan  
Cerita Lucu Jembatan Surga Neraka  
Cerita Lucu Masuk Penjara  
Cerita Lucu Smart dan Stupid Bolot  
Cerita licu Hidup Raja Firaun  
Cerita licu Hidup Raja Firaun  
Cerita Lucu Pajak Untuk Pertambahan Panjang  
Cerita Lucu Bola Volly, Sepak Bola, atau Golf  
Cerita Lucu Waria di Warteg  
Cerita Lucu Kontes Anu Terpanjang  
Cerita Lucu Katak Yang Lain  
Cerita Lucu Kegunaan Lain Kerbau  
Cerita Lucu Mengapa Air Tidak Mengalir  
Cerita Lucu Paijo si Pelit  
Cerita Lucu Harus Menaikkan Gaji  
Cerita Lucu Ular Naga atau Cacing   
Cerita Lucu Menghitung Jumlah Kalori  
Cerita Lucu Sama-Sama Pelupa  
Cerita Lucu Bulan Atau Matahari  
Cerita Lucu Lebih Berharga Dari Emas  
Cerita Lucu Tahu Kalau Itu Kursinya  
Cerita Lucu Ada Tikus Liar  
Cerita Lucu Surat dari Teman Terbaik  
Cerita Lucu Soal 10 Salah Semua  
Cerita Lucu Pilih Pemuda Yang Mana  
Cerita Lucu Menjawab tidak keliru  

More Related Post