Jumat, 26 Oktober 2012

Soes Merdeka, lepas 5.000-20.000 biji soes per hari

Berkunjung ke Bandung tidak lengkap bila tidak mencicipi aneka kuliner yang menjamur di Kota Kembang ini. Tidak disangkal, perkembangan wisata kuliner ini sangat pesat sehingga berbagai macam produk makanan baru maupun varian bermunculan.

Di tengah persaingan industri makanan yang sangat ketat, Soes Merdeka masih menjadi alternatif pilihan pengunjung yang datang ke Bandung.

"Awal berdiri sejak jaman Belanda. Awalnya perusahaan milik Belanda. Sekarang. Sekitar 500-an orang sehari (di pusat). Income Rp 10 sampai Rp 20 juta per hari karena bentuknya toko kue plus pujasera. Kalau cabang hanya toko kue saja, di bawah itu," tutur Asisten Pengembangan Usaha PT Tirta Ratna Deni Komara kepada merdeka.com, Kamis (25/10).

Diakui Deni, pamor Soes Merdeka menurun seiring krisis ekonomi yang melanda Tanah Air pada tahun 1998 lalu dan berimbas pada naiknya harga-harga bahan produksi. "98 kan krismon ya, mulai turun itu, merosot itu bukan karena tidak digemari tapi karena bahan baku waktu itu jadi mahal," jelasnya.

Dengan mengantongi hak paten atas nama Soes Merdeka tahun 1992, toko yang sejak tahun 1969 bernama Toko Roti dan Kue Merdeka ini mampu menjual tidak kurang dari 5.000 kue soes per hari dengan harga Rp 6.000 per kue. "Masa jaya soes ini tahun 1990-an. Dulu untuk soesnya saja bisa di atas 20.000 biji per hari," katanya.

Agar tidak tergilas persaingan, Deni mengatakan, pihaknya terus melakukan inovasi. Salah satunya dengan menambah varian produk soes andalannya.

"Kita juga gak berhenti inovasi. Jadi kita gak mati. Untuk soes sendiri sekarang kita sudah 12 varian rasa," ungkapnya.

Dengan kapasitas pegawai hingga ratusan orang, Soes Merdeka mengembangkan cabang dengan cakupan wilayah Jakarta, Depok, Bogor, Cimahi, Yogyakarta, Bali, dan Surabaya.