Minggu, 14 Oktober 2012

Cerita Megawati yang kerap tak percaya angka statistik

Banyak pihak menganggap data statistik yang berupa angka-angka adalah perangkat objektif untuk menjelaskan sebuah fenomena. Namun, hal ini sepertinya tidak berlaku bagi Megawati Soekarnoputri.

Dalam beberapa pernyataannya kepada publik, ketua umum PDI Perjuangan itu kerap menunjukkan ketidakpercayaannya terhadap angka statistik, termasuk data hasil survei politik.

Kemarin, saat pembukaan Rakernas II PDI Perjuangan di Surabaya, Jawa Timur, Megawati kembali menyampaikan pernyataan bernada sejenis saat menjelaskan kondisi ekonomi makro Indonesia, yang menurut data statistik, terbilang aman dari krisis.
Cerita Megawati yang kerap tak percaya angka statistik
"Karena itulah saya meminta agar saudara-saudara tetap awas, tetap waspada tanpa harus menjadi paranoid. Jangan lengah dan tertidur oleh buaian angka-angka statistik yang berkisah tentang ekonomi Indonesia yang seakan kebal dari sebuah krisis," pinta Megawati.

Dalam kesempatan yang sama, Megawati juga menunjukkan ketidakpercayaannya kepada angka statistik saat memilih Jokowi untuk maju di Pilgub DKI. Dia menolak rekomendasi lembaga survei, yang tentunya berdasarkan data statistik, bahwa Jokowi tak akan menang di DKI.

"Saya ingin saudara-saudara paham akan hal ini. Jika politik hanya soal 'menang dan kalah', sudah pasti bukan seorang Jokowi atau Basuki yang saya rekomendasikan. Mengapa? Karena semua hasil survei menyatakan dengan sangat tegas: jangan pilih Jokowi maupun Basuki karena pasti akan kalah. Tetapi sebagai Ketua Umum saya justru memutuskan untuk merekomendasikan keduanya dengan cara-cara ideologis-politik yang saya pikirkan dan kembangkan," ujarnya.

Semua tahu Jokowi-Ahok akhirnya menang meski di awal popularitas dan elektabilitasnya, menurut hasil survei, jauh dari pesaing utamanya, Foke-Nara. Kemenangan Jokowi-Ahok secara tidak langsung telah membenarkan sikap Megawati yang tak percaya data survei.

Untuk sikap ketidakpercayaan Megawati terhadap hasil survei, sepertinya hal itu karena sikap politik yang dipegang Megawati, bahwa politik bukan soal kalah dan menang, tetapi implementasi ideologis.
Sementara untuk data ekonomi seperti angka kemiskinan dan sebagainya, ketidakpercayaan Megawati barangkali berdasar pengamatan langsung di lapangan terhadap kondisi lapangan.(merdeka.com)

Artikel sebelumnya : 

Sms PDKT
Manfaat Buah Alpukat
Kumpulan Pantun Tentang Cinta Gokil Konyol tapi Romantis