Jumat, 26 Oktober 2012

Pasien apnea tidur berisiko rendah alami kerusakan jantung

Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa penderita apnea tidur berisiko lebih rendah terkena kerusakan jantung, selama mengalami serangan jantung nonfatal.

Dalam apnea tidur obstruktif, seseorang akan mengalami gangguan pernapasan saat tidur karena saluran napas menyempit atau tersumbat. Hal ini menyebabkan jeda atau penurunan aliran udara sewaktu tidur.

Meskipun demikian, hasil temuan ini tidak begitu bertentangan dengan pandangan luas mengenai apnea tidur yang mengakibatkan risiko serangan jantung.

Studi, yang dilakukan oleh peneliti dari Montefiore Medical Center di New York, ini mengamati lebih dari 130 pasien serangan jantung pada usia rata-rata 58 tahun, yang 35 persen mengalami apnea tidur obstruktif.

Peneliti menemukan bahwa pasien dengan apnea tidur obstruktif memiliki tingkat darah Troponin-T yang rendah. Troponin-T dipakai sebagai penanda untuk kematian sel jantung yang secara akurat memprediksi keparahan serangan jantung dan tingkat lebih rendah dari enzim yang menunjukkan cedera atau stres pada otot jantung.

Studi ini telah dipublikasikan pada tanggal 24 Oktober dalam jurnal Sleep dan Breathing.